Sang Bakul Angkring: Pahlawan Pelepas dahaga, Pengeyang Perut di Kala Tongpes

  Sebuah profesi merakyat. Ya, betul merakyat sebab hanya rakyat kecil yang melakoni. Tanpa perlu mengeyam pendidikan tinggi-tinggi. Bekerja pun tak perlu pengalaman. Sing penting niat dan tekad. Ada keinginan untuk berjualan. Mbuh terpaksa atau coba-coba. Bahkan pun ada yang sarjana bergelut di profesi ini (Gabut mungkin atau cari pencerahan. Ha ha ha pencerahan Mbahmu koprol a.k.a salto neng prapatan).

Di sudut-sudut kota Yogya mesti mudah menemukannya. Di kawasan Tugu Yogya, yang ikonik dengan kopi joos. Kopi dicelup arang kayu panas. Jarene, katanya Si Bakul angkring bagus untuk penderita masuk angin. Mak huweek duut efeknya. Opo kuwi ? Keluar angin dari mulut alias sendawa & lewat lubang pantat. Ngentut Bos.

Tak terbatas di tempat syahdu nan romantis macam Tugu Yogya tetapi hampir merata di seantero Yogya. Ya, kuwi mau (tadi itu) merakyat menyebar di semua tempat. Ada di pinggir  jalan besar. Gang sempit. Di tengah kampung. Samping kuburan. Samping tempat tidurmu , ya maybe bisa jadi (Ue allaaah ngawuur ,fiksi...ngimpi, halu).

Pak Yahyo, satu dari sekian ribu penjual angkringan di Kota Berhati Nyaman. Bertempat di tengah kampung. Pojok perempatan kampung. Samping Balai RW 06.

Mepet deadline lomba je mas mbak. Gak sempet foto orangnya. Pas hari ini tanggal 7 Juni 2022 sedang libur


Angkringan solo atau tanpa afiliasi bukan franchise seperti yang lainx2. Cuma modal gerobak seadanya, gerobak tanpa roda yang berganjal batako di bagian bawah gerobak, atap mayoritas banner bekas sisanya terpal, nama angkringan ditulis dengan pilox ala anak sekolah coretx2 di didning tembok. Tulisannya : "Angkringan Pasrah Free Wifi".

Free Wifi ? Bukan berarti pasang internet sendiri. Itu marketingnya agar laku & banyak yg kumpul nom kongkow di situ. Memanfaatkan internet dari free wifi pemkot Yogya( tepatnya dari keraton GKR Pembayun. Matur thank u keraton).

Uniknya "Angkringan Pasrah" (sepasrah orangnya, memang pasrah orangnya. he he he) buka cuma siang ampe sore. Gak lebih dari jam 16:00. Lain dari angkringan khasnya Yogya yang gelar dagangan jam 5 sore & tutup lapak sekitar jam 00:00 WIBY (Waktu Indonesia Bagian Yogyakarta. He he he).


Mangan Ra Manga Ngumpul

Mangan Ra Mangan Ngumpul. Makan gak makan yang penting ngumpul. Ini sudah bagian dari kultur wong Jowo. Sing penting gayeng. Asik. Banyak canda. Saling cerita. Dari yang sekedar curhatan, guyonan, ghibah unfaedah, cerita "saru" juga ada (eh gak kok tapi memang ada he he he).

Mangan Ra Mangan Ngumpul aktifitas yang juga eksis (mesti selalu ada) di angkringannya Pak Yahyo. Lah, kok gak beli nasi kucing atau gorengan ? Al-Jawab : Hanya untuk nongkrong orang-orang main catur & berselancar ria di dumay. Aslinya cuma mau pada makan gratisan. Nunggu orang traktir, he he he. Biasanya Pak Anu (bukan nama asli), seorang turunan Chinese yang suka ngeluarin fulus dari dompet untuk jajanin sohibx2-nya. Pak Anu ini orang jauh. Rumahnya 5-10 km dari "Angkringan Pasrah". Katanya, anak-anaknnya dokter. Dadi wong kabeh. Tapi itu anehnya, pelit kata Pak Anu.

Meskipun gerobaknya tambal sulam sana sini (pukul palu, tancap palu) tak mengurangi semangat Pak Yahyo untuk berdagang (Namanya juga 'Angkringan Pasrah", pasrah seadanya & semampunya). Ane masih ingat, dulu minta beberapa pavingblock/conblock. Ane kira untuk nambal jalan. Jebulnya buat alas/pengganti kaki-kaki gerobak angkringan.


Pasrah Trus Jalan

Bagi kaum pas-pasan, sedang tongpes, dan anakx2 kos; angkringan adalah Pahlawan bagi perutx2 yang kelaparan. Bahkan pun dihutangi mau.

Bagi Pak Yahyo (pria tua 60-an tahun), kata pasrah menjadi senjata ampuh untuk menghadapi kondisi susah, serba sulit selama pandemi Covid-19. Pasrah ing Gusti, maju. Maju jalan grak. Sepi atau ramai tetap jualan. Dan  sisi positif bencana kemanusiaan virus Corona ini menjadikan manusia menjadi eling. Ingat Sang Pencipta. Coba buktikan saja di lingkungan njenengan !!! Sedikit demi sedikit yang tidak kelihatan batang hidungnya di masjid, mulai bertamu di rumah-rumah Allah.

Foto diambil pas sedang gak jualan. Masih kotor dengan bungkus rokok. Terlihat kaki gerobak diganti conblock/pavingblock ditumbuk


Beliau itu jamaah masjid kampung. Klo member levelnya mungkin Silver bukan Gold (he he ada ada aja). Kadang jamaah, kadang tidak.   Yah, itu mah urusan personal. Bisa jadi sedang safar atau sudah sholat di rumah. Setidaknya menunjukkan pasrahnya itu ori. No kaleng-kaleng. Sebab berangkat dari iman, lanjut diimplementasikan dengan wujud kerajinan beribadah (bukan kerajinan itu lho Bos yang bikin gerabah di Kasongan, tapi maksudnya sikap rajin).


Wis ikhlaske wae

Pak Yahyo, Bapak tua beranak tiga (sudah dewas semua). Dua anak sudah "payu". Laku Boss. Maksudnya sudah nikah. Hidupnya cuma ngontrak di pasar sebelah barat tempat ia jualan. pastinya pada tahu, klo tanahx2 di pasar itu miliknya Sultan alias Sultan Ground. Cuma 1 petak dari petakx2 kios lawas di pasar. Ya, listrik ada tapi kamar mandi di luar (toilet umum Boss).

Ane pernah tanya :"Pak, nek bakulan kuwi ono sing utang ora ? Sok ono sing ra mbayar ora ?". 

"Pak, klo jualan ada yang utang ? Sering ada yang gak mbayar ?".

Beliau jawab: "Ya, ada". Wis ikhlaske wae (ikhlaskan saja)."


Pernah Dimarahi

Yang namanya jualan pasti ada alang rintang. Gangguan-gangguan dalam berbagai macam bentuk.  Preman kadang ada. Pas ditinggal pergi bentar ada yang ambil gelas bikin minuman sendiri trus gak bayar. Orang nongkrong ngakunya  makan gorengan 3, aslinya 6 (Hayo kamu ! Jadi inget kenakalan di sekolah ya...hayo !!! Uhuuui). Dan gangguanx2 sebangsa & sejenisnya...wk wk wk

Satu kejadian yang pernah ane lihat. Ada seseorang mere-mere. Esmosi. Marah ke Pak Yahyo :"Nek ora oleh hutang. Rasah dodol neng kene!" (Klo gak boleh hutang. Gak usah jualan di sini."

Wuus kasihan Boss. Pasraaaaaah.

Harapan untuk Sang  Bakul Angkring

Ane kira cukup beralasan memberikan gelar "Pahlawan kaum lapar" utk Pak Yahyo. Mengapa ?

1. Harga murah bahkan ada yg gak mbayar ...wis pasraaah (Secara tak langsung tho Boss, mbantu orang yang gak punya duit untuk makan)

2.  Makan dulu, bayar bisa hutang (Ane gak ikutx2-an hutang lho pembaca wk wk wk)

3. Orangnya susah bin pasrah...tp mlah mbantu orang (Saiki wis ora ono wonge. Lungo mbuh neng ndi). Coba pikir Boss !!! Gak pasang iklan lowongan. Bukan perusahaan gede. Musimx2 corona gini masih ada yg "nempel" jd tukang cucix2 and bantux2. Ane tahunya sebelum ramadhan kemaren. Katanya, temennya. Coba pikir lagi !!! Modalnya saja ngutang. Masih ada asisten. 

4. Sepanjang masa Corona ini, bakul angkring adalah pahlawan urusan perut yaitu itu tadi murah & bisa dihutangi.

Harapan saya untuk pak Yahyo, gak mulukx2 banget kok para pembaca :Pertama, sebagian hutangnya dilunasi. Kedua, Gerobak direnovasi/ganti. Ketiga, kasih fulus merah yang halusx2 agar supaya bisnisnya jalan terus. Kan nombok tuuh Boss...pasraaaaah. 

---@__@---

Sekian. Terima Kasih, Byex2 pembaca (maux2 -nya baca tulisan ane he he he gabut ???)

Eiits stop !!! Jangan keburu di-close and ganti url. Cukup new tab di browser. Tetap stay di blog jelek ini. Ane mau memberitai (he he he mengasih berita maksudnya. Just kidding). Ada aplikasi smartphone paling OK buat cari sembako serba komplit . Yg buka toko kelontong atau cuma cari harga murmer.  Opo kuwi  ? Aplikasi Super di Play Store. Info detail ada di sini ( KLIK BOSS-Q). Bila minat download ada coba klik link download . OK Boss !!!

Sebagai penutup :

Di sini gunung, di sana gunung.

Di tengahnya, ada kamu sedang termenung.

Antri beli sembako muter sana sini ampe bingung.

Pakai Aplikasi Super, coba langsung Bung.


Pak Mantri pengen kawin dengan janda.

Janda bohay kampung sebelah beranak tiga.

jadilah manusia yang berguna bagi nusa & bangsa.

Jangan lupa bantu kawan, tetangga, sanak keluarga

Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement