GERAKAN PEMUDA BERBAGI, MENJADI BAHAGIA DENGAN MERINGANKAN BEBAN SESAMA DI MASA PANDEMI COVID-19

 

Pandemi  sebagai  bencana  non-alam  tentu  membutuhkan  penanganan  yang  berbeda  dengan  bencana  alam.  Penanganan  pandemi  akan  sangat  bergantung  pada  penyediaan  fasilitas  kesehatan  negara  yang  terkoordinasi  dengan  baik.  Namun,  pada  kenyataannya  perencanaan  secara  state-centered  belum  mampu menangani pandemi secara optimal. Oleh sebab itu, dibutuhkan respon terhadap pandemi dengan mengolaborasikan kebijakan pusat dan partisipasi  aktif  bersama  masyarakat.  Bentuk  dari kolaborasi ini dapat bersifat formal maupun non-formal.  Dalam  manajemen  kolaborasi,  salah  satu  unsur  masyarakat  yang  dibutuhkan  untuk membersamai upaya pemerintah adalah partisipasi komunitas yang dalam hal ini adalah pemuda (Sastry cit. Hossain, 2013).

Ilustrasi berbagi sumber http://www.istockphoto.com/




Tulisan singkat ini memang sengaja bertujuan "mengompori" para pemuda mengelola sisi kreatif dan inspiratif untuk melakukan yang terbaik  demi kepentingan bersama dalam menghadapi pandemi virus Corona, generasi muda bisa mengambil peran positif dan mengambil peran berarti. Penulis akan menyajikan gerakan-gerakan berbagi yang diinisiasi kaum muda di beberapa daerah dan kemudian memberi motivasi bahwa berbagi itu menjadi sebab bahagia.

 

Gerakan yang Digagas Kaum Muda

Gerakan Sega Mubeng sebuah gerakan membagikan nasi bungkus kepada masyarakat kurang mampu di Yogyakarta. Jika sebelum pandemi, gerakan yang dilakukan oleh ibu-ibu, mahasiswa dan pengusaha ini membagikan sekitar 600 nasi bungkus tiap minggunya. Semasa pandemi, mereka meningkatkan jumlah menjadi sekitar 2000 nasi bungkus, ditambah dengan sembako, dan masker kepada masyarakat. Sumber dana berasal dari donasi masyarakat (Anonim, 2020).

Anggota gerakan yang terlibat dari berbagai kalangan lintas agama ini, dibentuk sejak 2018. Berawal dari sekelompok orang muda yang peduli, dengan mengumpulkan donasi, kemudian memasak di beberapa dapur dan juga membeli nasi bungkus melalui pedagang (Usaha Menengah Kecil Mikro/ UMKM), lalu membagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, selain berbagi nasi, juga membangkitkan kehidupan UMKM (Anonim, 2020).

Sementara di Banda Aceh seorang pengusaha kopi mengirimkan kopi gratis kepada para petugas medis. Pemilik kedai Lauser Kopi bernama Danurfan membagikan kopi gratis sebagai bentuk dukungan kepada para tenaga medis yang tengah bertugas dan bertaruh nyawa siang dan malam dalam upaya melawan pandemi Covid-19 (Rachmawati cit. Ilham et al., 2021).

Kemudian di Bogor Jawa Barat, gerakan dari para inisiatif muda Bogor bersama Bogor Rise Againts Corona (Borac). Gerakan ini merupakan inisiasi para pemuda, pelaku seni, pelaku ekonomi kreatif komunitas, gerakan kolektif, relawan dan masyarakat Bogor. Hadirnya Borac di kota Bogor dengan menginisiasi untuk membangun kampung siaga Covid-19, dan melakukan creative funding atau donasi dengan cara kreatif termasuk menyalurkan bantuan langsung berupa sembako (Maryam cit. Ilham et al., 2021).

 

Berbagi menjadi Sebab Bahagia

Untuk mendapatkan sesuatu kita harus memberikan sesuatu. Korelasinya dengan kebahagiaan cukup sederhana, jika kita ingin berbahagia, tak ada salahnya membuat orang sekitar berbahagia. Untuk sebagian orang, berbagi mungkin bukan syarat utama bahagia, tapi sadarilah dengan berbagi, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Maka, sering kali konsep bahagia terukir dengan kalimat,"Bahagia bukan soal bagaimana kita rakus menikmati yang kita miliki, melainkan mensyulurinya dengan cara membagi yang sudah kita dapatkan." (Gunawidjaya, 2016).

Mungkin ada di antara kita yang berkata,"Bagaimana saya harus berbagi, sedangkan saya tidak memiliki apa-apa yang dapat dibagikan pada orang lain ?" Jangan salah, berbagi tidak selalu berkaitan dengan materi dan uang. Ketiadaan sering kali menjadi alasan bagi kita untuk menutup diri dari kebiasaan berbagi. Padahal Tuhan menganugerahkan banyak hal berharga yang bisa kita bagikan kepada sesama. Waktu, perhatian, energi, pemikiran, pengertian, pujian, dan ucapan terima kasih atau bahkan sekadar senyuman adalah hal-hal mungkin terlihat sederhana. Namun bisa saja berarti banyak dan bermanfaat bagi orang lain (Saputra, 2017).

Banyak orang berpikir bahwa dengan memberikan sesuatu kepada orang lain maka akan berkuranglah milik kita. Dalam pengertian yang sangat sempit dan diukur dari segi materi maka hal tersebut di atas mungkin benar bahwa pada saat kita memberikan sebagian uang atau benda lain milik kita kepada orang lain maka milik kita akan berkurang. Namun dalam arti yang luas hal tersebut tidaklah benar, bukankah yang kita berikan itu hanya sebagian dari kelebihan yang kita miliki . Kita tidak akan menjadi miskin pada saat 'memberi', secara materi milik kita berkurang namun kita juga memperoleh sesuatu yang lain sebagai imbalannya. Secara non-materiil kita bahkan bertambah kaya raya, ada kepuasan batin tersendiri di sana (Getol, 2012).

Saatnya kaum muda rebahan bangkit dari tempat tidurnya. Berdiri dan bergandengan tangan, saling memperkuat jalinan tali kasih kepedulian lewat komunitas, gerakan, dan wadah lainnya. Bye Corona !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. 2020. Masyarakat Yogyakarta Melawan COVID-19. <https://covid19.go.id/edukasi/aksi-masyarakat/masyarakat-yogyakarta-melawan-covid-19>. Diakses tanggal 26 November 2021.

Getol, G. 2012. Seni Mengenal Diri. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Gunawidjaya, H. 2016. Bahagia dalam Jeda. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Hossain, A. 2013. Community Participation in Disaster  Management :   Role  of  Social  Work  to  Enhance  Participation.  Antrocom  Online  Journal of Anthropology Vol. 9 No. 1 : 159-171.

Ilham, U. Idris, dan M. Z. Muttaqin. 2021. Pandemi di Ibu Pertiwi : Kajian Literatur "Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia". Syiah Kuala University Press. Aceh.

Saputra, F. E. 2017. Meraih Kemenangan, Menjadi Pribadi Sukses, Bahagia, dan Bermakna. Elex Media Komputindo. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement