KETAHANAN EKONOMI KELUARGA INDONESIA DI TENGAH BADAI PANDEMI COVID-19

 

Kemampuan membangun ketahanan menjadi suatu hal yang harus bisa diupayakan. Mengingat ketahanan keluarga merupakan kondisi dinamis suatu keluarga yang memiliki ketangguhan dan keuletan secara fisik, psikis, mental dan spiritual sehingga mampu mewujudkan kehidupan yang mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya sehingga terbangun kelurga yang harmonis, sejahtera lahir dan batin. Ketahanan keluarga sangat dibutuhkan disaat situasi seperti sekarang ini, yakni situasi darurat akibat pandemi COVID-19. Diperlukan suatu upaya strategis untuk meningkatkan ketahanan keluarga, agar masyarakat mampu bertahan hidup dan menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagaimana mestinya (Rahhma et al., 2021).




Kartun yang menggambarkan efek corona terhadap ekonomi. Sumber : toonpol.com



Dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi, setiap orang khususnya orangtua yang sudah memiliki anak harus lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Selain untuk mempertahankan kemampuan finansial sampai pandemi berakhir, mengelola keuangan dengan baik juga bermanfaat untuk masa depan buah hati. Jadi harus benar-benar dikeluarkan berdasarkan skala prioritas, dahulukan mana kebutuhan wajib keluarga di atas keinginan. Kemudian lihat kembali pengeluaran selama sebulan, jika ada pengeluaran yang tidak dipergunakan atau bisa dikurangi, maka dana tersebut bisa dialokasikan ke pos-pos keuangan yang lebih penting. Seperti pos kesehatan untuk tetap menjaga imunitas tubuh keluarga di tengah pandemi ini (Prayitno et al., 2021).

Kondisi ekonomi yang semakin sulit mendorong masyarakat untuk menggali, mengelola dan memanfaatkan sekecil apapun sumber daya yang ada. Kebutuhan hidup memang beragam. Minimal memenuhi kebutuhan dasar yang perlu diupayakan, seperti kebutuhan pangan untuk hidup sehari-hari. Menghadapi wabah yang belum tahu sampai kapan berakhir menjadi tantangan tersendiri. Membangun ketahanan ekonomi di tingkat keluarga menjadi tugas pertama. Penghematan harus dilakukan. pengelolaan keuangan perlu lebih hati-hati, dengan memprioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu (Prayitno et al., 2021).

Beberapa hal sederhana juga bisa dilakukan, seperti menanam tanaman hortikultura di sekitar rumah. Menanam buah-buahan, sayuran dan ubi-ubian yang tidak memerlukan waktu lama untuk memanen . Setiap keluarga semestinya memanfaatkan sekecil apapun lahan yang ada, untuk dimanfaatkan sebagai sumber gizi keluarga. Bila lahan terbatas, maka menggunakan pola hidroponik juga dapat dilakukan. Perlu dipikirkan untuk terselenggaranya gerakan keluarga menanam tanaman hortikultura, minimal sejumlah anggota dalam keluarga (Hibana, 2020).

Apabila tidak diantisipasi dengan baik, maka akan sangat berdampak pada ketahanan ekonomi keluarga mereka. Sehingga keharusan untuk mencari peluang atau alternatif solusi khususnya mencari tambahan pemasukan keluarga harus dilakukan. Untuk itu perlu ada kegiatan mencari peluang bisnis untuk dapat dijalankan selama masa pandemi ini. Walaupun ditengah kesulitan ekonomi seperti saat ini kemampuan untuk keluar dari masalah harus terus diupayakan. Orang yang mampu berfikir kreatif mencari solusi ditengah kesulitan yang dihadapinya adalah salah satu ciri dari orang yang memiliki mindset entrepreneurship (Kasmir cit. Ranto, 2021).

Peluang bisnis rumahan banyak sekali dapat ditemukan. Upaya mencari peluang usaha tersebut dapat diawalai dengan mengamati masalah yang terjadi di lingkungan sekitar (Achmad cit. Ranto, 2021). Langkah ini adalah salah satu cara yang paling mudah dalam mencari ide kreatif untuk memulai bisnis. Mencermati permasalahan yang banyak dihadapi oleh masyarakat sekitar adalah penting dilakukan. Kunci dalam melihat permasalahan di masyarakat adalah dengan mengenali apa yang mereka butuhkan, agar masalah tersebut dapat teratasi (Geofrey et al. cit. Ranto, 2021).

            Jasa kurir juga dapat dijadikan pekerjaan freelance. Perusahaan yang membutuhkan jasa kurir biasanya bergerak di bidang transportasi atau jasa  pengiriman. Selain perusahaan, toko-toko juga membutuhkan jasa kurir untuk melayani permintaan barang dari konsumen. Restoran dan toko makanan juga biasanya membutuhkan jasa kurir untuk mengantar pesanan makanan order). Untuk menjadi seorang jasa kurir,tidak dibutuhkan keahlian khusus. Akan tetapi, harus dapat mengendarai minimal sepeda motor dan memiliki SIM C. Lebih baik lagi jika dapat mengemudi mobil atau truk. Selain bisa mengemudi, juga harus menguasai daerah-daerah yang biasanya menjadi tempat pengantaran barang dari perusahaan ke konsumen (Dermawan dan Sarasawati, 2020). Di masa pandemi ini banyak lowongan pekerjaan sebagai kurir pengantar barang berseliweran di jagat maya. Pilihan lainnya, Anda menawarkan jasa kurir secara mandiri tanpa terikat kontrak perusahaan.

            Alternatif untuk yang tak memiliki SIM dan kendaraan bermotor, jasa kurir sepeda bisa menjadi opsi terbaik.   Kurir sepeda menjadi solusi mengantar barang di tengah kemacetan . Sepeda bisa menembus kemacetan dan mengantarkan barang ke tujuan lebih cepat dibandingkan jasa kurir lainnya (Sugianto, 2016).

            Lebih ramah lingkungan karena menggunakan tenaga manusia. Penggunaan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup tidak terbatas pada aktivitas bike to work atau bike to school. Sepeda juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi jasa kurir. Bahkan, keberadaannya jauh sebelum tren jasa pengiriman online merebak (Alfi, 2016).

Hal lain yang bisa dilakukan adalah bisnis makanan dan minuman rumahan, bekerjasama dengan grab food/go food/yang semisalnya. Dengan adanya kebijakan PSBB dan PPKM maka banyak masyarakat yang lebih memilih untuk melaksanakan aktivitas di rumah. Makanan dan minuman adalah kebutuhan primer, mau tidak mau setiap hari pasti mereka membutuhkannya. Bisnis ini bila ditekuni bisa mendatangkan keuntungan yang menjanjikan dan bisa menjadi solusi untuk menghasilkan uang, terutama bagi yang di PHK maupun pengangguran (Perdamaian et al., 2020).

Usaha kuliner online, menjadi solusi usaha di masa pandemi COVID-19. Usaha kuliner mempunyai sektor pasar yang menjanjikan sebagai kebutuhan dasar manusia. Modal yang relatif tidak terlalu besar dan dapat disesuaikan dengan peralatan-peralatan sederhana yang ada di rumah menjadikan usaha ini mudah dan praktis. Selain itu jenis kuliner yang bervariasi seiring dengan inovasi kuliner yang berkembang dari kuliner khas daerah bahkan kuliner yang sedang trend di daerah tertentu baik dalam maupun luar negeri dapat dijadikan referensi pelaku usaha kuliner. Selain untuk mendapatkan penghasilan karena hilangnya sumber penghasilan akibat dari pemutusan hubungan kerja sementara bahkan permanen di masa pandemi. Beberapa masyarakat banyak juga yang memanfaatkan jualan kuliner online untuk sekedar mengisi kegiatan dirumah. Hal ini dapat merangsang kreativitas dan inovasi dalam berbisnis masyarakat, yang jika dijalankan dengan baik dan konsisten akan berdampak pada perbaikan ekonomi nantinya menuju masa transisi setelah pademi covid-19 berakhir. Masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama dan optimis dapat menghadapi keadaan ini dengan terus berusaha melakukan usaha atas peluang-peluang yang ada untuk meningkatkan daya beli masyarakat. (Ardianti et al., 2020).

Pertanyaan terpenting saat ini ada dua hal. Apakah kita meratapi dampak negatif pandemi Covid-19 yang  telah meluluhlantakkan semua sendi perekonomian dan bisnis usaha? Atau kita mau berusaha menjadi bagian ‘new era’ untuk bersahabat dengan situasi baru dan menjadi pemenang di masa ‘new era’ ini. Tentunya, kita berharap menjadi pemenang (Budianto, 2020).

 

DAFTAR PUSTAKA

Alfi, A. N. 2016. Usaha Pengiriman Paket Dengan Sepeda, Ini Strategi Bisnisnya. < https://ekonomi.bisnis.com/read/20161002/98/588760/usaha-pengiriman-paket-dengan-sepeda-ini-strategi-bisnisnya>. Diakses tanggal 13 September 2021.

Ardianti, P. N. H., P. A. M. Suwandewi, dan D. A. R. Danini. 2020. Bisnis Kuliner Online , Solusi Usaha di Tengah Pandemi Covid-19. <http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/prosidingwebinarwanita/article/download/1250/1070/> . Diakses tanggal 13 Oktober 2021.

Budianto, A. C. 2020 . Normal Baru dan Bagaimana Kita Menyikapinya. Majalah Buzz Ed. 03 : 18-19.

Dermawan, R. dan  D. Saraswati. 2009.  Cari Duit dari Freelance. Penebar Plus+. Jakarta.

Hibana.2020. Meningkatkan Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Corona. <http://digilib.uin-suka.ac.id/40289/1/meningkatkan.pdf >. Diakses tanggal 13 Oktober 2021.

Perdamaian, P. D. J., A. Puspita, dan N. Frida. 2020. Analisis Strategi Mempertahankan dan Mengembangkan Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19 Serta Mengetahui Dampak Perkembangan dan Pertumbuhan COVID-19 di Indonesia. Jurnal Aktiva Vol.2 No. 3 : 28-36.

Prayitno, I. H., E. Sofwan, dan Ibrohim. 2021. Konsep Ketahanan Keluarga yang Ideal untuk Menciptakan Keluarga yang Tangguh dan Sejahtera di Kota Tangerang Selatan. Garda Vol. 1 No. 2 : 70-85.

Rahhma, N. L., A. Yuniar, F.Q. A'yun, I. Kurniati, dan D. S. Ifada. 2021.  Dampak Pemutusan Hubungan Kerja di Masa Pandemi Covid-19 terhadap Ketahanan Keluarga. Tawazun Vol. 4 No. 1 : 61-71.

Ranto, D. W. P. 2021. Peluang Bisnis Rumahan untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19. Journal of Community Service and Empowerment Vol. 2, No. 1 : 21-24.

Rohmah, S. N. 2020. Adakah Peluang Bisnis di Tengah Kelesuan Perekonomian Akibat Pandemi Coronavirus Covid-19?. ‘Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan, Vol. 4 No. 1 : 63-74.

Sholiah, I. 2021. Pendampingan Pemanfaatan Media Sosial Dan E-Commerce Sebagai Peluang Usaha Mandiri pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Malang. Khidmatuna Vol. 2 No. 1 : 21-31.

Sugianto, D. 2016. Sulap Sepeda jadi Peluang bisnis Kurir Anti Macet. < https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4674697/sulap-sepeda-jadi-peluang-bisnis-kurir-anti-macet>. Diakses tanggal 13 September 2021.

 

 

Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement