Benarkah Ungkapan Kuliah Tak Menjamin Kesuksesan ?

 







Ingat salah sebuah iklan di televisi tentang gelar dan pekerjaan ? "Daripada gak dapet-dapet kerja mending gak dapet-dapet gelar.[] Gelar dulu [} Kerja dulu."

Mana pilihan yang paling tepat ? Tentu saja jawabannya bisa tergantung banyak faktor kan, dan tiap orang tentu punya alasannya sendiri-sendir. Nah, kalau diberi pertanyaan itu, apa kira-kira jawabanmu, gelar dulu atau kerja dulu ? Apa kira-kira jawaban teman-temanmu ? (Wiryanta, 2010).

 

 

Mengapa Kuliah

Di lain pihak, bagi lulusan sekolah menengah sendiri, studi ke jenjang perguruan tinggi dianggap sebagai salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita mereka. Mereka juga menyadari pentingnya kuliah dengan benar dan selesai tepat waktu. Bagi mereka, kuliah merupakan jaminan dan menjadi dasar bagi kesuksesan mereka di masa depan (Wibowo dan Hardianto cit. Wibowo dan Widodo, 2013)

Belajar di pergurun tinggi merupakan suatu previlige bagi mahasiswa, karena tidak banyak orang yang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Lulusan dari lembaga ini diharapkan memiliki kompetensi yang lebih kompleks dibanding dari lembaga pendidikan di bawahnya (Taufiq, 2018).

Memang benar bangku perkuliahan tidak menjamin kesuksesan, akan tetapi jika kita berpikir ulang dengan kuliah saja tidak menjamin sepenuhnya akan meraih kesuksesan apalagi jika tidak berkuliah bukan ? Kuliah adalah salah satu cara kita memantapkan jati diri dan menekuni potensi yang kita miliki. Dengan usia yang menjalani masa transisi banyak sekali rintangan dan ujian yang harus kita hadapi, kehidupan lingkungan di perkuliahan akan membuka kita menjadi pribadi yang open minded dan toleransi sehingga setiap tantangan dihadapi akan dilewati dengan lebih elegan dan yakin pada diri sendiri.

Lingkungan yang dibangun dalam bangku perkuliahan dapat dikatakan pembentukan critical thinking dan scientific thinking yang bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam peminatan yang ditekuni tapi juga pada sosial emosi yang dijalani. Mengingat perkembengan globalisasi yang terus melejat melakukan inovasi perubahan dengan cepat, kuliah dapat mendorong kita untuk andil dalam berbagai aspek perubahan yang saat ini sedang berkembang. Dapat dimulau dari menekuni peminatan yang ingin ditekuni sehingga dapat memaksimalkan potensu yang telah dimiliki untuk mengaplikasikan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri (UKIM Unesa, 2021).

Kuliah memang bukan jaminan sukses. Tapi tidak kuliah juga tidak menjamin sukses, bukan ? Bukan masalah kuliah atau tidak, tapi masalah apakah Anda mau belajar untuk menembus batas diri Anda. Kuliah atau tidak, itu pilihan Anda (Singgih, 2015).

Tentunya, kita mempunyai cita-cita yang sesuai minat, bakat dan kemampuan. Jika tepat menentukan tempat kuliah dan jurusan, maka lengkaplah modal yang kita punya untuk terjun berkarier sesuai minat, bakat, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pilihan sendiri adalah keputusan terbaik dibandingkan kedua pilihan di atas. Peluang untuk meraih sukses pun lebih besar daripada kedua piliha di atas. Akan tetapi, tetap saja tanpa kesungguhan dan kerja keras, minat dan bakat yang kita punya hanya akan menjadi menara gading dalam sebuah impian, atau bagaikan gunung es di bawah sinar matahari (Kuswara, 2011).

Jika pilihanmu ingin menjadi pekerja di suatu perusahaan, kamu tentu akan mendapatkan gaji. Tapi, jangan membayangkan gajimu akan tinggi kalau kamu melamar kerja hanya berbekal ijazah SMS atau SMK. Gaji yang kamu dapatkan akan meningkatka seiring dengan lamanya kamu bekerja di perusahaan atau kalau kamu bisa menjadi kepercayaan bis. Hanya saja proses ini sudah pasti membutuhkan waktu lama. Hal utama yang perlu kamu pajami, sangat sulit ditemukan perusahaan yang mau membayar dengan gaji tinggii kepada pekerja lulusan SMA di bulan pertama !

Walaupun masa kuliah mengorbankan banyak waktu, biaya, dan tenaga, kamu tiak akan mengalami kerugian apa pun. Andrea Hirata, si penulis tetralogi terkenal di seluruh dunia : Laskar Pelangi, bisa menulis novel yang begitu  fenomenal karena pengalamannya (dalam menempuh pendidikan) tidak main-main. Hal yang sama juga dialami Andy F. Noya, presentr kocak dengan pertanyaan yang nendang, juga melewati masa kuliah sambil bekerja (Wind, 2017).

Masih banyak lagi orang yang berjuang untuk kuliah sambil bekerja demi meraih kesuksesan. Mereka yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang S-1 berusaha berjuang menyelesaikan S-2, selanjutnya S-3, dan mereka tetap tidak berhenti belajar. Di sela-sela waktu kerja, mereka masih mengikuti banyak kursus, workshop, dan training demi mengasah keahlian.Mereka percaya, hanya orang-orang dengan keahlian tinggi yang akan dibayr mahal (Wind, 2017).

Banyak orang kuliah dengan tujuan yang praktis, yaitu supaya nantinya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak atau ada juga yang memiliki tujuan ideal yang lebih luas sehingga kita bisa tahu mengenai banyak hal. tidak bisa dimungkiri juga bahwa menimba ilmu di perguruan tinggi juga dapat memperlebar kesempatan untuk bisa terjuan dalam dunia kerja. Kini, semakin banyak perusahaan yang mensyaratkan' karyawannya terutama di level manajemen, telah berpendidikan minimal sarjana (S1). Memang ada beberapa pengusaha yang tidak mencicipi bangku kuliah, namun tetap bisa sukses dengan modal keuletan yang dimilikianya hingga mampu mengembangkan usahanya. Tetapi, tidak sedikit juga pengusaha yang berhasil mengembangkan usahanya justru karena mereka belajar di perguruan tinggi (Wijaya, 2010).

Banyak motivator yang memberikan contoh-contoh orang yang sukses karena drop out dari sekolah/kuliah. Contoh paling fenomenal adalah 3 sosok sukses di dunia IT, yaitu Bill Gates pendiri Microsoft, Steve Jobs pendiri Appale dan Marzk Zuckerberg pendiri Facebook. Contoh ini diberikan sebagai motivasi, “ mereka saja gagal kuliah tetap berhasil”, tanpa menyadari bahwa mereka gagal kuliah bukan karena bodoh melainkan karena mereka memiliki peluang keberhasilan lain yang momentnya harus diambil saat itu juga. Bahkan Bill gates sendiri pernah mengatakan penyesalan tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Dia pun meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya.

“Saya kira drop out kuliah bukan ide yang bagus. Saya senang bias menempuh kuliah meski hanya dua setengah tahun. Saya melengkapi beberapa kuliah dengan kursus online,” kata Gates  dalam sebuah pidato di Universitas Chicago (Sugianto, 2018).

 

Kuliah di Jurusan Apa ?

Sebelum memilih jurusan, sebaiknya mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan kampus tersebut. Mulai dari perguruan tinggi mana yang membuka jurusan yang diimpikan, mata kuliah apa saja yang akan dipelajari, hingga  pekerjaan apa yang akan diperoleh setelah lulus dari kampus tersebut. Sebaiknya informasi seperti ini diperoleh langsung dari mahasiswa atau alumni tersebut (Nugraeni, 2016).

Pertanyaan tersebut tentu terbesit di benak kalian begitu menyadari bahwa sebentar lagi kalian akan meninggalkan bangku SMA. Pertanyaan tersebut bukan hanya dari kalian saja. Setiap tahun pertanyaan seperti di atas selalu mencuat di benak sebagian besar siswa saat menjelang menyelesaikan studinya di SMA. Hendak kuliah di universitas mana dan memilih fakultas serta program studi apa, adalah  pertanyaan yang seperti musim, selalu berulang setiap tahun. Tak pernah absen. Menurut pengamatan sepintas, pertanyaan tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan pada siswa SMA tentang segala sesuatu menyangkit fakultas atau program studi yang ada di perguruan tinggi. Mereka tak memiliki cukup informasi mengenai mata kuliah yang bakal digeluti selama kuliah di satu fakultas dan peluang kerja apa saja yang prospektif untuk mereka setelah menamatkan kuliah di fakultas yang bersangkutan (Bawantara, 2007).

Nah, kurangnya pengetahuan ini mengakibatkan begitu banyak calon mahasiswa yang bingung dan salah memilih fakultas sehingga menyesal di kemudian hari. Bukanlah cerita baru seorang mahasiswa yang berhenti  di tengah jalan karena merasa tidak cocok dengan fakultas dan program studi pilihannya, lalu beralih ke fakultas dan program studi lainnya yang dirasa lebih cocok dengan pilihan hatinya. Bukan cerita yang asing pula seorang mahasiswa-karena berbagai pertimbangan. Terpaksa bertahan kuliah di program studi yang telah terlanjur dipilihnya. Dan, karena merasa terpaksa, semangat belajarnya tak begitu baik sehingga hasil yang dicapai pun pas-pasan, bahkan banyak di aintarnya sangat jeblok (Bawantara, 2007).

Perlu diketahui, tidak ada jurusan yang keren maupun program studi yang nonpopuler. Pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat pribadi bukan karena bidang tersebut tengah booming. Jika memilih berdasarkan rasa suka kian membuat proses kuliah menjadi lebih fun (Nugraeni, 2015).

Kunci untuk menjadi mahasiswa sebenarnya adalah jalani perkuliahan dengan senang hati. Di kampus pasti akan bertemu teman bari, belajar beradaptasi dengan lingkungan, hingga mendapatkan pengalaman yang pasti tidak dapat dilupakan kelak. Bahkan kamu nantinya akan merindukan masa kuliah ketika sudah terjun di dunia kerja (Nugraeni, 2016).

Pahami diri Anda, apa kemauan Anda, baru pilih jurusan dan program studi. Misalnya kalau ingin menggeluti programming maka pilih Teknik Komputer. Bila ingin kuliah sambil kerja dengan biaya terjangkau, ambil Teknik Komputer di Politeknik Gunakarya Indonesia.

Apa prospek seseorang yang belajar di Teknik Komputer ?

Keamanan dan kesehatan karyawan menjadi prioritas utama dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kini, banyak perusahaan mulai menerapkan penyusunan dan penerapan pengaturan jam bekerja dengan membagi beberapa shift untuk mengimbangi kapasitas jumlah karyawan yang bekerja di kantor. Maka dari itu, memilih cara pengelolaan yang tepat penting untuk menjaga efektifitas perusahaan, dengan meminimalisir aktivitas tatap muka. Di sini, peran platform digital yang mampu menjadi pusat kontrol menjadi sangat bermanfaat (Perkasa, 2020). Dari situlah, kemudian dibutuhkan seorang programmer.

Berikutnya, seiring dengan pesatnya penetrasi jaringan global dan kemajuan mobile Internet di Indonesia, semakin menambah kerentanan keamanan informasi sebuah organisasi dari ancaman siber (cyber threat). Serangan siber menjadi tantangan tersendiri untuk pemangku kebijakan pada era informasi. Pada bulan Mei 2017, sebuah serangan siber Ransomware WannaCry menyebabkan gangguan pada perusahaan dan rumah sakit di lebih dari 150 negara termasuk Indonesia. Serangan tersebut menjadi panggilan untuk melakukan kerjasama dalam hal keamanan siber (cybersecurity) yang lebih luas dengan negara-negara di seluruh dunia (Islami, 2017). Untuk itulah dibutuhkan profesi Security System agar bisa menjaga sistem. Sejak ada internet, istilah cyber crime mulai berkembang dan menghantui para pengguna internet (Makinrajin, 2017).

Lulusan dari Teknik Sistem Komputer dapat mengembangkan karir sebagai ahli Embedded Systen Engineer, Programmer, Computer Analyst, Robotic Engineer, Industrial Engineer, Network Administrator, dan Database Administrator (Ismarani. 2017).

Beasiswa        

Pemerintah sebagai penanggungjawab pendidikan nasional mengalokasikan dana APBN untuk Beasiswa Bidikmisi. Beasiswa Bidikmisi hanya diperuntukan untuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki prestasi akademik dan non akademik. Perguruan tinggi yang diikutsertakan program Bidikmisi adalagh perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Tahun 2011 pemerintah berhasil menjaring 30 ribu siswa untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Tahun 2014 jumlah itu melonjak tajam menjadi 63 ribu penerima beasiswa Bidikmisi di perguruan tinggi negeri dan swasta. Informasi tentang program Bidikmisi siswa bisa di dapat di http ://www.bidikmisi.dikti.go.id/ (Susanto et al., 2015).

Kalaupun kamu nggak sukses mendapatkan beasiswa pada tahun pertama kuliah, kamu tetap bisa mengajukan permohonan beasiswa untuk semester berikutnya. Jadi, jangan patah semangat. Dengan adanya pihak yang sudah menjamin semua  biaya kuliahmu, kamu nggak perlu lagi khawatir akan di-drop out atau putus kuliah kalau bermasalah sama pembniayaam kuliah. Mendapatkan beasiswa bisa  membawa beberapa sisi positif. Secara mental, kamu jadi termotivasi untuk serius menjalani kuliahmu sehingga kamu bisa lulus tepat waktu. Kalau pihak pemberi beasiswa mengatakan akan membiayai biaya perkuliahanmu selama empat tahun, jangan harap mereka bakal bersedia membiayai kuliahmu kalau masa kuliahmu melebihi waktu yang sudah ditentukan (Maanesh, 2009).

Namun, beasiswa bukan semata untuk meringankan beban biaya kuliah, melainkan juga bisa digunakan sebagai alat pengukur prestasi. Coba deh kamu perhatikan berbagai persyaratan yang biasanya  diperlukan untuk mendaftar beasiswa. Paling tidak, kita harus punya IPK yang bagus, bukan ? Sebagai penerima beasiswa, kita juga harus mampu mempertahankan IPK tersebut hingga masa beasiswa berakhir, yang biasanya diberikan hingga tahun terakhir kuliah. So, kuliah bukan untuk prestise saja. Apalagi kalau beasiswa yang kita peroleh itu berasal dari universitas atau lembaga-lembaga pendidikan ternama (Madina, 2008).

 

Terakhir,  Kalimat-Kalimat Renungan

Ceritamu seolah berakhir di  usia 25 tahun. Teman-temanmu; mereka telah menemukan tempat di dunia ini.  Bekerja di perusahaan yang beken. Melanjutkan studi di luar negeri. Membangun sebuah startup yang sukses di kemudian hari. Menikahi seseorang yang dicintai. Memutuskan mengelilingi dunia dan menjadi  pekerka lepas penuh kebebasan. Dan, berbagai pencapaian duniawi yang sedang dipandang. Dan, kamu..duduk di kamarmu, memandang itu semua dari Instagram, berangan-angan, "Kapan, ya, hidupku bisa kayak mereka ?" (Syahrin, 2020).

Life is Choice. Ke mana kakimu akan dilangkahkan sangat ditentukan oleh pilihanmu terhadapa jalan yang ada di depanmu, apakah ke kiri, kanan, atau lurus ke depan. Sebagai catatan, pilihanmu akan membawa konsekuensi logis di masa depan (Abimanyu, 2018). Kuliah atau bekerja ????

 

Sumber Pustaka

Abimanyu, S. 2018. Life is Choice. Laksana. Yogyakarta.

Bawantara, A. 2007. Lulusan SMA Kuliah  Di Mana ? : Panduan Memilij Program Studi. Kawan Pustaka. Jakarta.

Islami, M. J. 2017. Tantangan dalam Implementasi Strategi  Keamanan Siber Nasional Indonesia Ditinjau dari Penilian Global CyberSecurity Index. Jurnal Masyarakat Telematika dan Informasi  Vol. 8 No. 2  : 137-144.

Ismarani, D. 2017. Jurusan Kuliah Ilmu Komputer dan Teknik Komputer : Perbedaan dan Prospek Kerja di Masa Depan.<https://rencanamu.id/post/jurusan-dan-perkuliahan/jurusan-kuliah-ilmu-komputer-dan-teknik-komputer-perbedaan-dan-prospek-kerja-di-masa-depan#:~:text=Karena%20itu%2C%20prospek%20kerja%20jurusan%20komputer%20sangatlah%20besar.&text=Lulusan%20dari%20Teknik%20Sistem%20Komputer,Network%20Administrator%2C%20dan%20Database%20Administrator.>. Diakses tanggal 22 Maret 2021.

Kuswara, H. 2011. Ngapain Kuliah kalau Nggak Bisa Sukses ? PT Mizan Publika. Bandung.

Kuswara, H. 2011. Ngapain Kuliah kalau Nggak Bisa Sukses ? PT Mizan Publika. Bandung.

Maanesh, S. 2009. Siap Kuliah. Gagas Media. Jakarta.

Makinrajin. 2017. 34 Prospek Kerja Jurusan Teknik Informatika / Ilmu Komputer Beserta Gajinya. <https://makinrajin.com/blog/prospek-kerja-teknik-informatika/>. Diakses tanggal 22 Maret 2021.

Mardiana, D. 2008. Kuliah gratis ke Luar Negeri, Mau ?. Lingkar Pena Publishing House.Jakarta.

Nugraeni, W. 2016. Kuliah Jurusa Apa ? : Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Perkasa, M. 2020. Tiga Tips Efektivitas Kerja di Era New Normal.<https://www.marketeers.com/tiga-tips-efektivitas-kerja-di-era-new-normal/>. Diakses tanggal 19 Maret 2021.

Singgih, Y. 2015. Never Too Young to Become a Billionaire. EleX Media Komputindo. Jakarta.

Sugianto, M. V. 2018. Lulusan IT dan Persiapan Menghadapi Dunia Kerja . Excellent Publishing.Bekasi.

Susanto, E., M. Jekson dan E. Koesumah. 2015. Panduan Memilih Perguruan Tinggi 2016. Tempo Publishing. Jakarta.

Syahrin, A. 2020. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa. Gagas Medika. Jakarta Selatan.

Taufiq, A. 2018. Paradigma Baru Pendidikan Tinggi dan Makna Kuliah bagi Mahasiswa. MADANI Vol. 10 No. 1 : 34-52.

UKIM Unesa. 2021. Mengapa Kami Memilih Kuliah ? MHPublisher. Surabaya.

Wibowo, A. J. I. dan Y. E. Widodo. 2013. Identifikasi Penentu Intensi Studi ke Perguruan Tinggi : Studi Kasus terhadap Universitas Swasta Katolik di Indonesia. Jurnal Manajemen Vol. 13 No. 1 : 55-72.

Wijaya, B. K. 2010. Cara Cerdas Pilih Jurusan Demi Profesi Impian. Jogja Great Publisher. Yogyakarta.

Wijaya, B. K. 2010. Cara Cerdas Pilih Jurusan Demi Profesi Impian. Jogja Great Publisher. Yogyakarta.

Wind, A. 2017. Inilah 10 Jurusan Kuliah yang Bikin Lulusannya Kaya Raya. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Wind, A. 2017. Inilah 10 Jurusan Kuliah yang Bikin Lulusannya Kaya Raya. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Wiryanta, B. T. Wahyu. 2010. Sukses Kerja dengan Ijazah SMA/SMK : panduan Tepat bagi yang Nggak Mau & Bosan Nganggur. Visimedia.Jakarta.

 

 

 

 

 


Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Responsive Advertisement